Komunitas Siswa Mutiara 17 Agustus Bekasi


Alasan cowok menunda ‘nikah’
14 Mei 2008, 7:28 pm
Diarsipkan di bawah: CERITA | Tag: , , , , , , ,

cuma ilustrasiBanyak pria mengkeret bila diajak menemui penghulu. Mau tahu alasan pria selalu menunda bilang I do? Simak pengakuan 10 pria lajang pilihan CHIC.

“Target sebelum menikah minimal punya rumah dan kendaraan pribadi. Supaya hidup lebih terjamin dan enggak pusing mikirin materi. Kalau sudah terpenuhi kan bisa leluasa mencurahkan cinta pada istri dan anak.”
Zerdial Sulaiman (27), Staf Purchasing

“Terus terang, saya sudah kepengin banget menikah. Saya enggak mau anak saya punya bapak seumur kakek temannya. Tapi kalau belum ketemu pendamping yang pas, mau gimana lagi? Dari pada nanti menyesal.”
Christopher Heriyadi (34), Peneliti

“Atas permintaan orangtua, saya menunggu kakak perempuan menikah dulu. Tapi, saya punya tenggat waktu. Kalau akhir tahun ini masih belum ada tanda-tanda ke arah sana, terpaksa mendahului.”
Praban Sutedja (29), Wiraswasta

“Saya kapok karena pernikahan pertama kandas. Lantaran pernah diselingkuhi, saya kini sulit percaya perempuan. Tapi saya percaya time heals everything. Mungkin dua tahun lagi saya baru mulai berpikir untuk menikah lagi.”
Fahad Rahmadi (32), Wartawan

“Untuk ukuran orang zaman sekarang, usia saya masih terbilang muda. Saya masih ingin mengukir prestasi. Nanti kalau hasrat pribadi sudah terpenuhi, baru ada “ruang” untuk orang lain.”
Panji Asmorobangun (28), Asisten Sutradara

“Jujur, saya belum cukup nyali untuk menikah. Bagi saya, pernikahan bukan sekadar tinggal bareng dan tukar cincin. Tanggung jawabnya besar sekali karena mempertaruhkan masa depan saya dan orang lain.”
Zulfan Firdaus (30), Dosen

“Pernikahan enggak menjamin hubungan akan langgeng dan happily ever after. Malah bisa mendatangkan masalah baru. Meski tanpa pernikahan, saya kini bahagia bisa tinggal bersama perempuan yang saya cintai.”
Raditya Fahmi (31), Fotografer

“Saya sih selalu serius kalau mengencani perempuan. Sebab saya bermaksud mencari calon pendamping hidup. Tapi, kalau kekasih masih ingin mengejar karier, ya saya mesti sabar menunggu dong…”
Argo Sapoetra (31), Marketing Director

“Buat apa kawin cepat-cepat? Lebih enak seperti sekarang. Bebas dari kewajiban menghadiri acara keluarga, tak punya tanggungan, dan enggak ada yang ngomel kalau pulang pagi. Kalau sudah menikah, mana bisa begini?”
Chakra Andhika (27), Penyiar Radio

“Menikah itu butuh kematangan mental dan materi. Kalau salah satunya belum siap bisa-bisa kolaps di tengah jalan. Lebih baik menunggu beberapa waktu daripada tergesa-gesa menikah tapi akhirnya bercerai.”
Dicky Simorangkir (28), Teknisi Senior


Tidak ada Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar



Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>